Namaku emilia. Aku adalah seorang istri dari pedagang spare part sepeda motor yang sukses di sebuah kota besar. Suamiku bernama johan, dan anak ku bernama Kevin. Umurnya baru 5 tahun. Seharusnya dia sudah masuk sekolah tahun ini.
Suatu hari ekonomi semakin terpuruk. Kami tak tahu apa sebab nya. Harga bahan pokok semakin mahal sedangkan penghasilan kami tak menentu karena berdagang tak seperti karyawan yang menerima gaji tetap setiap bulan nya.
Suatu hari ekonomi semakin terpuruk. Kami tak tahu apa sebab nya. Harga bahan pokok semakin mahal sedangkan penghasilan kami tak menentu karena berdagang tak seperti karyawan yang menerima gaji tetap setiap bulan nya.
Di ibukota sedang terjadi huru hara. Kelompok ekstrimis yang menamakan Pembebasan Rakyat melakukan pemberontakan dan membakar apa saja yang mereka temui.
Tujuan mereka adalah menggulingkan pemerintahan korup yang berpihak pada asing, menurut mereka.
Sudah tiga hari berlalu kekacauan yang terjadi di ibukota dan aku khawatir akan keselamatan keluargaku. Aku menyarankan suamiku agar kami segera pindah keluar kota atau bahkan keluar negeri, tapi suamiku menolak dengan alasan suasana akan segera kondusif dan tak sampai ke kota besar yang kami tempati.
Dia selalu beralasan bahwa pemerintah akan dapat memadamkan kerusuhan yang terjadi di ibukota.
Malam itu pukul 9, kami sekeluarga sedang duduk menonton televisi dan tersiar kabar di televisi bahwa suasana ibukota semakin memanas.

Kantor polisi dan markas tentara habis diserang militan Pembebasan Rakyat, sedangkan banyak rumah warga dan toko menjadi sasaran keganasan perang.
“pah, sebaiknya kita segera tinggalkan negeri ini...” pintaku ..
“hmmm.... baiklah, besok kita bergegas ke bandara...” jawab suamiku ...
Lalu diapun memintaku untuk mengemas barang yang diperlukan untuk mengungsi, aku menuruti perintah nya dan mengemasi baju, dokumen, harta yang bisa kami bawa untuk mengungsi besok pagi.
Kudengar samar-samar dari kamar bahwa suamiku menelepon saudaranya yang tinggal diluar kota.
“kevin, cepat tidur.. besok kita akan pergi..”
“kemana mah?..” tanya kevin
“keluar kota..”
“yeee asyik jalan-jalan..”
Sahut kevin kegirangan.
Dia tak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Malam itu kulalui dengan jantung berdebar.
Kucoba memejamkan mata, tak sabar rasanya menunggu hari esok untuk segera naik pesawat dan meninggalkan kota kami yang sedang dalam keadaan siaga...
BRUAK..!!! BRUAKK.. !!! BRUAKKK !!!
Terdengar samar di telingaku...
Dan saat kubuka mata, pukul 2 pagi. suamiku sudah keluar melihat apa yang terjadi, rupanya pintu ruko kami di buka paksa oleh sekelompok orang.
Aku membuka jendela kamar ku dan kulihat ada banyak keributan dan api berkobar besar membakar beberapa tempat di kawasan rumahku.
“PAPAHHH!!! JANGAN KELUAR PAAAHH!!! .... “ Teriakku ...
Aku berlari ke tangga bawah, dan kulihat suamiku sudah di dekap dan dipukuli oleh orang tak dikenal. Sebagian besar menjarah isi toko kami dan mengambil semua barang dagangan kami.
Aku yang dalam keadaan kalut berlari kekamar Kevin untuk melindungi nya.
Naas salah seorang berkulit gelap dari mereka menangkapku dan mendekap mulut ku. Membawaku ke kamar ku dan melemparkan aku di pojok kamar.
“DIAM KAMU !!!...” bentaknya ...
Aku hanya bisa menangis dan memohon agar tak disakiti.
“ampun.. tolong jangan sakiti keluargaku .....” pintaku sambil menangis
Pria berkulit gelap itu mendekatiku dan menarik rambutku lalu melemparkan aku ke tempat tidur, dia langsung menindihku dan menciumiku ...
“PERGI KAMU BANGSAT.. !!!” teriak ku sambil menendang dan memukul wajah nya...
PLAK!!! Tamparan keras bertubii tubi mengenai wajahku ...
Suaraku yang tadinya keras menjadi hening berganti dengan ratapan tangis tak bersuara...
“DIAM KAMU LONTE!!...” seraya mencekik leher ku..
“SAYA BUNUH KAMU MALAM INI !”
Tak lama gerombolan yang lain masuk kedalam kamar dan menyaksikan pemandangan dimana tubuhku di tindih oleh pria gelap berbadan kekar.
“Woi.... jon, dapat enak nya nggak bagi bagi kamu... setan hahahah ... “
Beberapa pria masuk dan langsung menggerayangi tubuhku.
Aku hanya bisa berontak dan tak berdaya untuk melakukan apa apa.
Sementara pria hitam yang dipanggil jon itu langsung meninidih dan menciumi wajahku bibir nya melumat habis bibirku.
Kurasakan kaki dan tangan ku tak dapat bergerak di pegangi oleh gerombolan mereka yang lain.
Si jon terus menggila menciumi leherku dan langsung ke payudaraku.
Di robek nya baju kaos yang ku pakai dan di singkap nya bra ku dengan paksa dan langsung saja si jon menghujami payudaraku dengan bibir nya.
“jangaaaan.... jangan perkosa sayaaa... “ teriak ku di sisa suaraku ...
“omong kosong kau anjing ...”
“sikat aja jon ...” sahut yg lain ...
Sementara jon perlahan wajah nya turun ke pusar dan kemudian ke selangkangan ku ...
Kurasakan celana piyama ku ditarik dengan mudah oleh orang itu, dan kurasakan vagina ku ter ekspose bebas tanpa penutup.
“aaahh... desah ku ... “ menahan geli sekaligus rasa tak ikhlas karena diperkosa ...
“sudaaahh... sudaaahh.. “ pintaku...
JLEB !!!
Aku tak tahu siapa namanya, pria kurus berkulit sawo matang dengan rambut lurus pendek tiba tiba saja membenamkan biji penis nya ke wajah ku ...
“mmmmh .. mpphhh.....” aku berontak ...
Tapi aku tak bisa bergerak karena di pegangi erat ...
Aku mencoba memalingkan wajahku dari penis si kurus itu ...
Tapi dia menjambak ku dan tetap menyodorkan biji kemaluan nya di wajah ku ...
Aku yang sudah tak tahan dengan perlakuan itu langsung saja menggigit biji penis nya ....
“AAAAAAAAAAAAAARRRRGGHHHH AANJIIINGGG KAU LONTEE...!!! “
Teriaknya sambil memegangi biji penis nya yang ku gigit ...
Sementara teman teman nya yang lain menertawakan si pria kurus itu yang sedang kesakitan.
BUK !!!
Bogem mentah mendarat di pipi ku ...
Sesaat aku merasakan sakit di wajahku karena pukulan itu ...
“BERANI KAMU SAMA AKU ANJING !!”
Aku hanya bisa menangis sejadinya ...
Rasa nikmat di selangkangan ku tak lagi terasa, berganti dengan rasa sakit diwajah ku karena pukulan pria kurus itu ....
“SEKALI LAGI KAMU GIGIT KONTOL KU... RASAIN KAMU AKIBATNYA !!”
Bentaknya kasar ....
Pria kurus itu langsung mengambil posisi mengangkangi wajah ku dan mengarahkan penis nya.
“AWAS KAMU ! BERANI MELAWAN AKU PUKUL LAGI !!”
Di jepit nya hidung ku sampai akhirnya mulut ku terbuka, dan di jejalkan nya penis nya di mulut ku sambil memompa nya keluar masuk mulut ku ....
“mmphh... Mphh..” erang ku menahan penis nya di mulutku yang terus menyodok hingga terasa sampai tenggorokan.
JLEB !!
Ada sebuah penis lagi yang menerobos masuk ke liang vagina ku. Aku tak tahu itu siapa.
Kurasakan dengan kasar nya menerobos vaginaku sehingga terasa perih.
Sudahlah dalam batinku...
Aku benar benar diperkosa malam ini....
Crot! Crot!
Pria kurus itu menumpahkan sperma nya didalam mulutku ....
Aku hanya bisa mengerang dan menepuk paha nya agar dia melepaskan penis nya dari mulutku ....
Sampai akhirnya dia puas barulah dilepaskan nya penis dari mulutku ....
“hoeeekkk”
Aku mencoba memuntahkan sperma yang ada didalam mulutku ....
Dan pada saat aku menoleh ke kiri, aku melihat suamiku dalam keadaan lemas dan lebam tak berdaya. Aku menangis sejadinya....
“PAPAAAAAAHHH.... !!!” teriak ku ...
“DIAM KAMU NJING... !” bentak salah satu dari mereka...
Suamiku yang sudah terbaring tak berdaya, tangan nya terikat didepan sedang aku masih diperkosa. Vagina ku di gilir secara bergantian oleh gerombolan orang itu.
Lalu kemudian datang lagi seorang laki laki menyodorkan penis nya ke wajah ku. Aku tahu dia minta di blowjob, tapi aku menolak. Di tampar nya wajah ku, namun aku tetap menolak.
“eee berani menolak kau lonte...!”
“rasakan akibatnya.... “
“BUNUH SAJA AKU ... !!!” teriak ku lantang ...
“oke kalau memang itu mau kamu!”
Seseorang dari mereka mengayunkan pisau ke arah ku, dan aku memejamkan mata ku erat.
“inilah akhir hidup ku...” ucapku dalam hati ...
Terdengar riuh dan gaduh, rupanya beberapa orang dari mereka mencoba melerai pria yang hendak membunuh ku. Dua orang diantara mereka mencoba menasihati pria itu, lalu kemudian pria itu mendekatiku.
“KAMU!!... HISAP KONTOL AKU CEPAT! KALAU TIDAK, SUAMI MU YG AKAN KUBUNUH!!”
Aku kaget setengah mati...
Nyali ku yang tadinya berani menantang maut tiba tiba ciut ....
“CEPAAAATTTT !!” bentaknya ...
Aku tak ada pilihan lain selain menangis dan mengikuti kemauan nya.
Kucium dan ku jilat penis nya.
“DI BLOWJOB NJING!! JANGAN CUMA DI CIUM-CIUM..!! PAHAM KAMU? “
“iyah iyah ... mmmhh.... “ jawab ku sambil mengecup kepala penis nya ...
Tapi yang namanya hati nggak sreg, aku tidak melakukan nya dengan sepenuh hati.
“NGGAK ENAK NYEPONG NYA..!!... SEPONG YANG ENAK!!” bentak nya ...
Aku hanya bisa melakukan sebisaku saja tanpa memperdulikan kenikmatan pria itu.
“ASSUUU.. SAMA SEKALI NGGAK ENAK!!..”
Lalu pria itu mendekati suamiku, aku hanya tertegun tak bisa berkata apa-apa. Lalu terdengar jeritan ...
“AAAAAAAAAARRRGGHHHHH...................”
Aku hanya bisa menangis sejadinya tak bisa berbuat apa apa.
Lalu kemudian pria itu datang menghampiriku, dan memperlihatkan sebuah jari. Iya jari ..
Rupanya dia memotong jari suami ku ....
Kulihat di sudut kamar suamiku masih meringis kesakitan karena jari nya di potong oleh pria itu.
“JANGAAAANNNNN... “ kataku ....
BERSAMBUNG...







Tidak ada komentar:
Posting Komentar